Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

 

Matematika dan Biologi adalah dua ilmu yang saling berkesinambungan. Berikut ini saya akan membagikan sedikit ringkasan saya mengenai hal tersebut. Atau kalian bisa melihat langsung disini https://youtu.be/f_-CV4SZSbg

Model matematika pengendalian hama dengan biological pest control adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh professor Toni Bakhtiar tahun lalu, dan sekarang sudah memasuki tahun yang kedua. Seperti yang sudah tertera pada judul penelitian, Bapak Profesor Toni Bakhtiar menjelaskan, bahwa penelitian ini akan lebih banyak berfokus pada hama dan sejenisnya.

Dewasa ini, kerugian akibat hama sangat mengancam kelangsungan dan ketahanan pangan bukan hanya di Indonesia akan tetapi juga di belahan dunia. Kerugiannya sangat menyeluruh di semua komoditas, seperti padi mencapai 30 %, jagung 22,5 % dan lain sebagainya. Dengan total kerugian semuanya mencapai USD 470 milyar. Tentu saja, hama memberikan tekanan yang sangat besar. Belum lagi dengan adanya masalah pemanasan global, yang menyebabkan hama menjadi lebih  nyaman dan perkembangannya bisa saja meledak.

             Beberapa serangkaian yang bisa dilakukan untuk menangani pengendalian hama. Yaitu dengan menggunakan metode  kerangka integrated pest management yaitu: mencegah ledakan hama  ; memonitor dan Tindakan mengintervensi. Focus dari penelitian ini adalah mengintervensi dengan menggunakan alat-alat matematik.

Beberapa Teknik yang bisa saja digunakan untuk pengendalian hama yaitu : secara fisik meliputi penggunaan lampu perangkap; secara Mekanik meliputi pengambilan dengan tangan; secara agronomik (Teknik kultur) meliputi sanitasi, pengolahan tanah, pengelolaan air, rotasi tanaman; secara Kimiawi meliputi menggunakan pestisida atau insektisida; secara Hayati atau secara bilogis meliputi  gangguan kawin, Teknik serangga mandul, atau musuh alami.

Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain: memodelkan interaksi hama-tanaman-predator berbasis IPM dilengkapi dengan penggunaan instrument pengendalian hama ramah lingkungan. Yang kedua yaitu menentukan tingkat aplikasi optimum pengendalian hama menggunakan Teknik serangga mandul (sterile insect technique) dan musuh alami (natural enemies)

Teknik serangga mandul, prosedurnya dimulai dengan cara menangkap serangga yang menjadi hama kemudian dipelihara, dengan tujuan untuk berkembang biak. Ketika sudah menjadi pupa lalu diberikan treatment dengan cara di radiasi. Mengapa di radiasi? Yaitu bertujuan agar pupa tadi menjadi cacat. Kemudian pupa jantan tersebut akan dewasa. Baru kemudian hama tersebut akan dilepaskan. setelah berinteraksi di luar, tentunya pupa jantan akan melakukan perkawinan dengan pupa betina. Nah, disinilah hasil dari radiasi tadi, pupa betina tidak akan bisa berkembang biak karena pupa jantan tadi sudah disterilkan. Jika dilakukan secara periodic, maka hama bisa musnah. Contoh hamanya seperti ngengat dan nyamuk.

Teknik berikutnya dalam penelitian ini adalah Teknik musuh alami. Teknik ini terbagi menjadi tiga yaitu: yang pertama adalah predator atau hewan yang memangsa hama. Contohnya laba-laba dan belalang sembah; yang kedua adalah parasitoid atau serangga yang pada fase pradewasanya menjadi parasite ditubuh serangga, yang membuat hama akan terganggu pertumbuhannya;yang terakhir adalah pathogen atau mikroorganisme penyebab penyakit pada serangga hama hingga menyebabkan kematian. Misalnya bakeri bacillus thuringiensis untuk mengendalikan serangga hama ngengat, kumbang dan lalat.

Penelitian ini akan berfokus pada Teknik musuh alami yaitu predator. Berikut model matematik untuk penelitian ini yaitu: 1. Aplikasi model matematik untuk mempelajari dinamika populasi hama dan interaksi hama. 2. Model control control optimum yang memungkinkan dilakukan intervensi terhadap proses dinamik.

Penelitian tahun pertama sudah dilakukan beberapa praktek dari teori yang sudah dijelaskan diatas. Yaitu diantaranya Mempelajari 3 strategi: gangguan kawin; memasang dispenser yang bisa menyemprotkan feromon sehingga hama jantan akan kebingungan untuk menemukan lawan jenisnya; Kemudian penggunaan insektisida ramah lingkungan yang hanya menyerang hama. Dan pembersihan tanaman terinfeksi.

Berikut model dengan SIT dan NE yaitu dengan model empat kompartemen: tanaman , hama , fertile. Tidak ada migrasi hama, hama memakan tanaman untuk kelangsungan hidup. Dan laju kematian hama secara alamiah, interaksi dengan sesame dan interaksi fertile-steril. Beberapa asumsi lain yaitu tanaman tumbuh secara logistic. Dengan daya dukung K. dan hama memakan tanaman menurut fungsi holling tipe II. Yang kedua dengan Asumsi SIT yaitu: tanpa hama steril, kelahiran hama fertile sebesar rh.F dengan rh adalah laju kelahiran. Yang ketiga adalah Asumsi NE yaitu: Musuh alami memakan hama fertile dan steril; pertumbuhan populasi predator bergantung pada keberadaan hama sebagai sumber makanannya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor Toni Bakkhtiar tersebut, bisa disimpulkan bahwa banyak sekali manfaat dari ilmu matematika di biologi untuk diterapkan di kehidupan manusia. Tepatnya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan  social ataupun yang lainnya. Matematika adalah ilmu pasti yang sering dianggap susah untuk dipelajari oleh banyak orang. Padahal, manfaatnya sangatlah besar bagi kemaslahatan umat manusia. Contohnya matematika di bidang biologi, seperti untuk menjelaskan tentang penularan malaria (Heesterbeek dan Roberts,2015), matematika kemudian digunakan untuk menjelaskan dinamika penyebaran penyakit (Wearing dan Rohani, 2006, Rodriguez-Barraquer dkk.,2014,Fergusondkk.,1999, Chowell dkk., 2007, Ndii dkk., 2015) dan masih banyak lagi.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: